Wadah Sharing Ilmu dan Pengalaman
Boleh Ngga Sih Kasih Uang ke Pengemis?
Sering sekali kita menjumpai pengemis yang mencari rejeki di tengah hiruk-pikuk kota-kota besar. Terkadang timbul rasa kasihan setelah melihat pengemis itu. Muka memelas, baju compang-camping, badan ngga keurus kayaknya langsung ada yang berbisik “udah, kasih aja seribu… Kasihan tuh belom makan…”.
Tapi setelah membaca beberapa postingan di internet tentang “gaji” para pengemis tersebut, saya jadi sadar kalau memberi mereka uang sama dengan mebunuh masa depan mereka.
Loh? Kenapa?
Seorang pengemis, hanya bermodalkan baju lusuh, gelas plastik bekas, dan muka memelas bisa mendapatkan uang 4 juta rupiah setiap bulannya, bahkan mungkin lebih.
Saya cukup kaget dan tidak langsung percaya dengan tulisan itu, tapi teman ibu saya bercerita kalau dia pernah satu angkot dengan seorang ibu-ibu yang berpakaian bagus. Dia sempat berbincang dengan ibu-ibu tersebut yang bercerita kalau dia punya rumah besar bertingkat di kampungnya. Setelah turun dari angkot mereka pun berpisah. Lalu pada saat teman ibu saya sedang dalam perjalanan pulang, ia melihat ibu-ibu yang diajaknya berbincang diangkot tadi sedang mengemis. Nah loh?
Kalau itu kenyataanya, berarti menjadi pengemis merupakan pekerjaan mudah berpenghasilan besar seperti yang di idam-idamkan banyak orang. Tak heran bila populasi pengemis di kota besar semakin banyak. Hal ini lah yang membuat saya berfikir, benar tidak sih memberikan uang ke pengemis? Padahal kebanyakan pengemis masih muda dan masih bisa bekerja. Mereka mampu namun tidak mau berusaha untuk mencari rezeki. Padahal banyak sekali orang yang lebih tua dari mereka tetap bekerja mencari nafkah meskipun pekerjaan yang dilakoni sangatlah berat. Bahkan gaji yang didapat pun sangat jauh dibawah pengemis tadi.
Sekarang anda lebih iba melihat yang mana?
Waktu tadarus, saya membaca surat Al-Baqarah ayat 273 yang artinya seperti berikut:
Berinfaklah kepada orang-orang fakir yang terikat (oleh jihad) di jalan Allah. Mereka tidak dapat (berusaha) di muka bumi, orang yang tidak tahu menyangka mereka orang kaya karena memelihara diri dari meminta-minta. Kamu kenal dengan mereka dengan melihat sifat-sifatnya, mereka tidak meminta kepada orang dengan memaksa. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka sesungguhnya Allah Maha mengetahui.
Bagaimana? Yah, keputusan akhir ada di tangan anda.
Oh iya. Buat perbandingan. Saya pernah denger gaji tukang sapu jalan di UI gajinya 8.000/hari. Coba anda bandingkan dengan pengemis baik hasil maupun berat pekerjaannya.
| Print article | This entry was posted by Nanda Firdaus on Pebruari 10, 2011 at 8:14 , and is filed under Renungan. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |

